Ketika ada orang terkenal pindah agama, apalagi dia seorang artis terkenal maka kita merasa bangga dan senang dibuatnya.
Kita tidak sempat berpikir karena apa dia pindah agama? Apakah karena hatinya tercerahkan atau dapat petunjuk dari Tuhan Sang Pemberi Petunjuk? Atau karena mengikuti agama kekasihnya, calon suaminya atau calon isterinya?
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas kita dapat menyimpulkan, bahwa betapa mudahnya orang pindah keyakinan (agama). Jika alasannya karena dia telah dapat petunjuk dari Tuhan, maka keyakinan yang baru akan teguh, kuat, dan akan dibawa-nya sampai mati. Namun, jika pindahnya keyakinan karena kepentingan sesaat maka imannya rapuh, mudah goyah dan bersifat sementara….Ingat, tidak ada seorang-pun bahkan Nabi/Rasul sekali-pun yang mampu memberi hidayah. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui yang mampu memberi petunjuk bagi orang-orang yang Dia kehendaki.
Jadi, kita tidak perlu menjadikan polemic jika ada seseorang yang kita kagumi selama ini pindah keyakinan (agama) dan kita tidak perlu lagi bangga, senang, sedih, dan kecewa apabila akhirnya mereka tidak betah dengan keyakinan (agama) kita.
Begitulah manusia tidak ada yang sempurna, jadi, sebaiknya kita meneladani dari tindakannya, pemikirannya yang baik-baik saja guna mendewasakan sikap kita, karena jika suatu saat sang idola ketahuan punya belang, kita tidak kecewa.
Karena kita (manusia) tidak sempurna, maka sebaiknya kita teladani saja Tuhan, Dia Yang Maha Sempurna. Dan sekarang saatnya kita berpikir serius ketimbang sibuk nyalahin orang lain, ketimbang sibuk mengutuki tokoh ini dan itu. Silakan kita mengambil teladan dari siapapun yang pantas diteladani, tetap buka hati dan selalu sabar setiap terjadi hal yang tak sesuai keinginan kita. Biarlah mereka pindah keyakinan, toh kita tidak merugi apa-pun. Kesucian dan Kekuasaan Tuhan tidak akan berkurang meski seluruh umat manusia di dunia ini membangkang dan menentang perintah-Nya.
Jadi, kita tidak perlu menjadikan polemic jika ada seseorang yang kita kagumi selama ini pindah keyakinan (agama) dan kita tidak perlu lagi bangga, senang, sedih, dan kecewa apabila akhirnya mereka tidak betah dengan keyakinan (agama) kita.
Begitulah manusia tidak ada yang sempurna, jadi, sebaiknya kita meneladani dari tindakannya, pemikirannya yang baik-baik saja guna mendewasakan sikap kita, karena jika suatu saat sang idola ketahuan punya belang, kita tidak kecewa.
Karena kita (manusia) tidak sempurna, maka sebaiknya kita teladani saja Tuhan, Dia Yang Maha Sempurna. Dan sekarang saatnya kita berpikir serius ketimbang sibuk nyalahin orang lain, ketimbang sibuk mengutuki tokoh ini dan itu. Silakan kita mengambil teladan dari siapapun yang pantas diteladani, tetap buka hati dan selalu sabar setiap terjadi hal yang tak sesuai keinginan kita. Biarlah mereka pindah keyakinan, toh kita tidak merugi apa-pun. Kesucian dan Kekuasaan Tuhan tidak akan berkurang meski seluruh umat manusia di dunia ini membangkang dan menentang perintah-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar