Selasa, 26 Oktober 2010

MUMPUNG MASIH ADA WAKTU, LAKUKAN YANG TERBAIK


Sungguh, hidup ini indah. Namun, boleh jadi keindahan hidup sesunggunhya hanya bisa kita temukan ketika kita bersedia benar-benar menceburkan diri ke dalam kehidupan itu sendiri.
Masa silam adalah energy untuk berterima kasih kepada Tuhan. Masa depan adalah alasan mengapa kepada-Nya kita menggantungkan harapan.
Tanpa disadari, dalam hidup kita juga sering mengira bahwa nasib kita sudah dikunci oleh takdir. Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima apa adanya. Terserah ke mana nasib membawa diri kita.
Kita tidak pernah tahu kapan terang itu akan terbit. Seperti halnya kita tidak tahu, kapan tempaan ini akan berakhir dalam penyelesaian yang indah.
Jika nikmat di dunia kita bertambah, tetapi cara kita bertingkah semakin buruk, kita benar-benar bangkrut. Hari ini, sudah Tuhan anugerahkan nikmat yang lebih banyak dari hari kemarin. Namun, hari ini kita terlenakan dengan kenikmatan itu.
Andai ini hari terakhir dalam hidup kita, bersediakah kita untuk mempersembahkan hal terbaik dalam hidup kita? Rasanya, terlalu berisiko untuk mengatakan tidak, ya? Karena, kalau kita tidak melakukan hal terbaik dari apa yang kita miliki dari hari terakhir dalam hidup kita, kapan lagi?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar