Kamis, 29 Maret 2012

ALLAH SANGAT SENANG DIKENALI HAMBANYA

Allah SWT berfirman, “Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan apa-apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS: Al-Baqoroh: 255.
“Allah”, begitulah Allah memperkenalkan diri-Nya. Allah menonjolkan nama-Nya di depan untuk diingat, dihayati, dan dijiwai. Pertanyaannya adalah, apa yang ada pada diri Allah dan apa yang ingin dikemukakan dalam memperkenalkan diri-Nya itu?

Tiada tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup Kekal dan berdiri sendiri. Keagungan Allah telah diperkenalkan dalam ayat di atas bahwa Dia adalah satu-satu Tuhan. Selain Dia tidak layak, tidak pantas untuk menyandang predikat Tuhan. Kenapa? Karena Ia hidup kekal dan tidak membutuhkan pertolongan pihak lain. Hanya Allah sajalah yang mempunyai sifat seperti itu. Bandingkan dengan sesuatu atau seseorang yang dianggap tuhan, semuanya tidak kekal, mengalami kematian, dan semasa hidupnya membutuhkan bantuan orang lain. Bila suatu sosok masih mempunyai sifat demikian, tidaklah pantas ia menyandang gelar sebagai tuhan.

Allah tidak mengantuk dan tidak tidur. Adakah seseorang di muka bumi ini mengalami sifat seperti itu, tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur? Bila ya, pastilah dia tuhan. Kalau tidak, jangan coba-coba menganggap dirinya tuhan atau memaksa orang lain mengakui dirinya sebagai tuhan.

Semua yang berada di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Sebegitu besar dan luasnya kekuasaan Allah. Semua benda-benda langit, gugusan bintang yang tidak semua bisa dijamah manusia sekalipun berada digenggaman-Nya. Lalu patutkah manusia menyombongkan diri? Binatang terkecil, seperti amuba, sampai galaksi yang besarnya jutaan kali dari matahari, semuanya kepunyaan Allah dan dalam kekuasaan-Nya. Jika kita mau meresapi ini, kita merasa kecil dan tidak ada artinya dibanding dengan-Nya.

Tidak ada yang bisa memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Apa itu syafa’at?
Syafa’at adalah pertolongan di hari kiamat agar kita terbebas dari api neraka. Lalu bagaimana kita bisa menolong diri kita bahkan orang kita kasihi? Tentu saja ini tidak bisa kita lakukan tanpa izin dari Allah SWT. Artinya kita bisa memberi pertolongan dengan minta izin kepada Allah.
Dengan perantara siapa? Jawabannya siapa saja yang dekat dengan Allah. Bergembiralah karena kita masih ada harapan dapat pertolongan itu.

Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu, di depan dan belakang. Sedangkan pengetahuan kita amat terbatas. Pengetahuan tentang kesempurnaan kejadian alam, tentang masa depan dan bagaimana pula manusia mengetahui ikhwal kehidupan setelah kematian, serta hal-hal lain yang tidak bisa dijabarkan dengan akal manusia? Semuanya hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Allah bersedia membuka tabir rahasia-rahasia itu bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Alangkah senangnya orang yang mendapat karunia itu menjadi yang dikehendaki Allah untuk menerima anugerah besar itu menerima ilmu-ilmu Allah yang tidak diketahui oleh orang-orang biasa? Siapa orang-orang yang memperoleh anugerah itu? Lalu ilmu apa yang diberikan Allah kepada orang-orang pilihan itu? Seluruh khasanah yang luasnya meliputi langit dan bumi dalam genggaman Allah Yang Maha Agung.

Singgasana Allah meliputi langit dan bumi. Betapa luasnya kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi. Jika kita cermati kandungan ayat ini membuat kita tercengang, hati bergetar demi meresapi satu ayat yang dahsyat ini. Alangkah sayangnya jika kita tidak bersegera menuju pintu rahmat-Nya yang terbuka sangat lebar?
Yang tidak mau dan bersedia mendekat kepada anugerah-Nya tidak mengapa karena Allah tidak merasa berat memelihara singgasana-Nya yang meliputi langit dan bumi itu. Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Anugerah itu disediakan Allah hanya untuk manusia. Allah hanya memberi, bila manusia tidak mau, Allah tidak akan merasa sia-sia menciptakan itu semua karena Allah tetap Maha Kuasa atas segala sesuatu.
BacaSelengkapnya...

Jumat, 16 Maret 2012

DALAM GELAP TERSIMPAN CAHAYA TERANG

 Saya kok lebih gampang terharu jika melihat atau mendengar tindakan-tindakan heroik orang lain. Saya juga pengen mencontohnya, melakukan hal yang sama. Itu ketika saya tertegun, larut dalam pencitraan tokoh itu.
Jeleknya, ketika saya keluar dalam suasana memikat itu, kembalilah saya kepada sifat aslinya. Jauh dari apa yang telah dilakukan oleh tokoh itu.
Tokoh berikut ini, semoga menginspirasi pembaca, begini kisahnya:

Seorang bapak paruh baya, penyandang cacat tuna netra beristri satu dan telah mempunyai satu anak, dengan dipandu oleh sebuah tongkat menyibak padatnya Jakarta. Setiap jam tujuh malam si bapak keluar rumah menuju tempat kerja ke rumah-rumah orang yang telah mengenal dan menjadi pelanggannya. Sudah bertahun-tahun dia telah menjalani profesi sebagai tukang pijat, membantu me-rileksasi pelanggan, mengendorkan urat saraf sebagian masyarakat Jakarta dari lelah setelah seharian mereka bekerja.

Pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pekerjaan si bapak adalah, dia bekerja ketika sebagian besar masyarakat Jakarta pulang kerja dan si bapak pulang kerja di saat orang-orang terlelap tidur. Begitulah rutinitas si bapak seharian. Alhamdulillah, segala puji milik Allah yang telah memberikan nikmat berupa sehat kepada saya dan keluarga saya.
Banyak orang yang bermata sehat, tetapi banyak pula yang pura-pura buta dan merasa tidak tahu. Tidak bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, mana yang halal dan mana yang haram dan berlakulah hukum aji mumpung. Kapan lagi, mumpung ada kesempatan, sikat aje bleh. Begitulah bisikan Iblis.

Di sebuah kawasan Jakarta ada sebuah masjid, setiap minggu pagi jam 7 – 9 diadakan pengajian. Hadir dalam pengajian itu adalah si bapak (tokoh dalam cerita di atas). Si bapak diantar oleh putera satu-satunya dan isteri tercintanya. Si anak memegang ujung tongkat si bapak dan tangan kiri si bapak bergandengan dengan tangan isterinya. Sesampai di masjid itu mereka membaur dengan jamaah lainnya dan topik pengajian kali ini adalah tiket menuju surga.
Narasumber dalam pengajian itu menuturkan bahwa, “tiket menuju surga itu simple, sederhana. Setiap orang yang telah berikrar mengucapkan syahadat dan tidak pernah menyekutukan Allah, maka dia berhak mendapatkan tiket menuju surga. Dan di dalam surganya Allah itu, diceritakan banyak kenikmatan bahkan kenikmatannya berlipat-lipat dari kenikmatan di dunia.” Namun, ustad tadi mengingatkan bahwa itu baru tiket. Untuk mendapatkan kesempatan menikmati berbagai kenikmatan yang dijanjikan Allah tersebut seorang hamba musti mempunyai “KTP Surga”.

Lalu, bagaimana untuk mendapat “KTP Surga” tersebut? Dengan tiket ke surga seorang hamba hanya berhak melihat penghuni / penduduk surga, betapa bahagianya penduduk surga mendapatkan berbagai fasilitas istimewa dari Allah SWT. Ustad tersebut merinci bahwa untuk mendapatkan “KTP Surga” seorang hamba tidak cukup hanya berikrar dengan kalimah toyyibah bahwa, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Jika seorang hamba telah melakukan amal sholeh, sholat, membayar zakat dan sedekah serta amalan ibadah lainnya, maka ia berhak mendapatkan “KTP Surga” tersebut dan masuklah ia ke dalam surga Allah, ia kekal di dalamnya selama-lamanya.
“Hayo, siapa yang berminat pengen dapat “KTP Surga”, ustad menyeru kepada jamaah. Sepontan saja hadirin di masjid itu menjawab, “saya,” dengan mengacungkan telunjuk jari mereka ke atas.

Setelah ceramah agama itu selesai dan sebagian jamaah yang lain telah undur diri pulang ke rumah masing-masing, si bapak tokoh kita membisikkan kata-kata kepada puteranya untuk dituntun, diantarkan mendekat kepada ustad. Sesampainya mereka di hadapan ustad, si bapak berkata, “Ustad, seandainya rahmat dan ampunan Allah jatuh kepadaku hingga memasukkanku ke dalam surga-Nya, apakah saya dapat meminta sesuatu kepada-Nya untuk kesembuhan mata saya agar saya dapat melihat rupa isteri dan anak saya?”
“Bisa”, jawab ustad.
“Di dalam surga selain mendapatkan kenikmatan-kenikmatan yang melimpah ruah, seorang hamba secara fisik sangat sempurna, tanpa cacat, dan sangat cantik serta rupawan, itulah janji Allah dan Dia tidak akan mengingkari janji-Nya”, rinci ustad itu.
“Ustad, saya senang, saya bahagia mendengar penjelasan ustad dan saya tidak peduli sampai kapan saya menunggu harapan itu datang, entah seratus tahun lagi, seribu, bahkan milyaran tahun lagi kenyataan itu datang.

Pada cerita kedua ini, yang menarik adalah, bahwa, pengajian ini diadakan setiap hari Minggu pukul 7 – 9 pagi. Ketika sebagian besar masyarakat Jakarta baik orang tua, remaja dan anak-anak menghabiskan waktunya untuk berlibur, jalan-jalan atau lari pagi, bersepeda baik sendiri atau dengan kelompok, dan ada juga yang bersiap-siap untuk shopping di mall-mall, rekreasi atau kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat duniawi. Tetapi, ini tidak berlaku dengan keluarga buta itu, tokoh kita dalam kisah ini.
Ketika anak-anak seusia putera bapak itu (± 9 tahun) pada jam 7 – 9 pagi asyik bermain di taman, nonton TV, dan malah ada yang masih terlelap tidur, justru anak si bapak itu menuntun orang tuanya untuk datang ke masjid menyerap hikmah dalam pengajian tersebut.
Pelajaran yang bisa kita ambil dalam kisah ini adalah, orang dengan penyandang cacat tuna netra mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh, harapan dan kebanggaan bagi seorang muslim sejati.
Saya, alhamdulillah dalam kondisi sehat, normal, dan tidak cacat. Namun, susah sekali mengarahkan anak-anak saya pergi ke masjid. Mereka lebih menikmati sajian TV dari pada datang ke majlis-majlis ilmu agama.

BacaSelengkapnya...

Jumat, 10 Februari 2012

ARTI EKSISTENSI

Ini adalah sebagian tanda-tanda Keluarga Harmonis:
SAAT PERGI DITUNGGU DATANGNYA
JIKA JAUH DIRINDU HADIRNYA
SAAT DATANG DISAMBUT SUKA CITA

sebaliknya

JIKA EKSISTENSI KITA SUDAH TIDAK DIHARAPKAN LAGI, SEBAIKNYA KITA KE LAUT SAJA!
BacaSelengkapnya...

Senin, 06 Februari 2012

APAKAH DIKAU JUGA MERINDUKAN-KU?

Bisa dipastikan, jika saja saya mendengar orang alim bicara tentang Baginda Nabi SAW, maka mata ini tidak mampu menampung genangan air mata, saya selalu terharu. Walau pun cerita yang sama berulang selalu saja membuatku kangen kepada Baginda Nabi SAW.

Saya hanya mengenal namamu, wajah ramahmu itu pun tidak mampu aku gambarkan seperti apa. Sikapmu yang menghangatkan kalbu, gerak sikapmu yang selalu bikin banyak orang tertegun... Saya belum pernah hidup semasa mu tetapi saya berani mencitrakan engkau begitu...

mengutip komentar WC Smith, umat Islam akan bersatu membela Muhammad andaikan ada yang menghina ataupun melecehkannya. Umat Islam bisa berbeda mazhab dalam memahami Al-Qur’an dan Hadis, tapi semuanya bersatu membela kehormatan Nabi Muhammad. Bahkan mayoritas umat Islam sedunia sepakat untuk melarang penggambaran Nabi Muhammad, baik dalam bentuk gambar patung, lukisan, maupun adegan film agar citra dan kepribadiannya tidak terdistorsi.
Ghandi dalam sebuah biografinya: adalah karena pribadi dan ajaran kelembutan serta kasih sayang Muhammad yang membuat para musuhnya takluk kepadanya, bukan karena tajamnya pedang...

WC Smith dan Mahatma Gandi adalah manusia yang terlahir jauh setelah kerasulan Muhammad SAW tetapi mereka meyakini sifat-sifat Sang Nabi.

Di bawah ini dialog yang sangat apik  antara seorang pendeta Kristen dan seorang ustadz, tanpa bermaksud melecehkan Tuhan maupun pemeluk agama lain. Berikut sebagian petikan dialognya:

Pendeta: Mengapa seorang Muslim masih bershalawat mendoakan Nabi Muhammad? Bukankah kalau begitu, Nabi Muhammad belum tentu masuk surga karena masih memerlukan dukungan doa para pengikutnya? Kalau Nabinya saja masih membutuhkan doa pemeluknya dan tak ada jaminan masuk surga, bagaimana mungkin Nabi Muhammad bisa menolong umatnya masuk surga?
Ustadz: Bukan begitu maksudnya. Kami bershalawat karena kami sangat hormat dan cinta pada Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sudah pasti masuk surga. Bahkan posisinya paling tinggi di antara seluruh rasul Tuhan.
Pendeta: Ketika cucu tercinta Nabi Muhammad, Hasan dan Husein, terbunuh di padang Karbala, bahkan kepalanya dipenggal dan jadi mainan lawan, di mana Muhammad saat itu?
Ustadz: Beliau berada di surga dan sudah tentu melihat bagaimana nasib cucunya.
Pendeta: Kalau memang begitu, mengapa tidak minta tolong pada Tuhan agar Hasan dan Husein dilindungi dari kejaran musuh?
Ustadz: Oh ya, Nabi Muhammad langsung minta tolong pada Allah. Tapi Allah malah menangis.
Pendeta: Oh ya? Mana mungkin Allah menangis?
Ustadz: Allah menjawab, Hai Muhammad, jangankan aku bisa menolong cucumu, sedangkan anakku Yesus ketika dikejar musuh dan disalib aku tidak bisa menolongnya.Bisa dipastikan, jika saja saya mendengar orang alim bicara tentang Baginda Nabi SAW, maka mata ini tidak mampu menampung genangan air mata, saya selalu terharu. Walau pun cerita yang sama berulang selalu saja membuatku kangen kepada Baginda Nabi SAW.

Saya hanya mengenal namamu, wajah ramahmu itu pun tidak mampu aku gambarkan seperti apa. Sikapmu yang menghangatkan kalbu, gerak sikapmu yang selalu bikin banyak orang tertegun... Saya belum pernah hidup semasa mu tetapi saya berani mencitrakan engkau begitu...

mengutip komentar WC Smith, umat Islam akan bersatu membela Muhammad andaikan ada yang menghina ataupun melecehkannya. Umat Islam bisa berbeda mazhab dalam memahami Al-Qur’an dan Hadis, tapi semuanya bersatu membela kehormatan Nabi Muhammad. Bahkan mayoritas umat Islam sedunia sepakat untuk melarang penggambaran Nabi Muhammad, baik dalam bentuk gambar patung, lukisan, maupun adegan film agar citra dan kepribadiannya tidak terdistorsi.
Ghandi dalam sebuah biografinya: adalah karena pribadi dan ajaran kelembutan serta kasih sayang Muhammad yang membuat para musuhnya takluk kepadanya, bukan karena tajamnya pedang...

WC Smith dan Mahatma Gandi adalah manusia yang terlahir jauh setelah kerasulan Muhammad SAW tetapi mereka meyakini sifat-sifat Sang Nabi.

Di bawah ini dialog yang sangat apik  antara seorang pendeta Kristen dan seorang ustadz, tanpa bermaksud melecehkan Tuhan maupun pemeluk agama lain. Berikut sebagian petikan dialognya:

Pendeta: Mengapa seorang Muslim masih bershalawat mendoakan Nabi Muhammad? Bukankah kalau begitu, Nabi Muhammad belum tentu masuk surga karena masih memerlukan dukungan doa para pengikutnya? Kalau Nabinya saja masih membutuhkan doa pemeluknya dan tak ada jaminan masuk surga, bagaimana mungkin Nabi Muhammad bisa menolong umatnya masuk surga?
Ustadz: Bukan begitu maksudnya. Kami bershalawat karena kami sangat hormat dan cinta pada Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sudah pasti masuk surga. Bahkan posisinya paling tinggi di antara seluruh rasul Tuhan.
Pendeta: Ketika cucu tercinta Nabi Muhammad, Hasan dan Husein, terbunuh di padang Karbala, bahkan kepalanya dipenggal dan jadi mainan lawan, di mana Muhammad saat itu?
Ustadz: Beliau berada di surga dan sudah tentu melihat bagaimana nasib cucunya.
Pendeta: Kalau memang begitu, mengapa tidak minta tolong pada Tuhan agar Hasan dan Husein dilindungi dari kejaran musuh?
Ustadz: Oh ya, Nabi Muhammad langsung minta tolong pada Allah. Tapi Allah malah menangis.
Pendeta: Oh ya? Mana mungkin Allah menangis?
Ustadz: Allah menjawab, Hai Muhammad, jangankan aku bisa menolong cucumu, sedangkan anakku Yesus ketika dikejar musuh dan disalib aku tidak bisa menolongnya.
BacaSelengkapnya...

Jumat, 20 Januari 2012

MAKHLUK BUMI PERTAMA SEBELUM ADAM

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Kholifah di muka bumi.” Mereka berkata, Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” QS: Al-Baqarah: 30.
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” QS: Al-Khijr: 27.

Samum, adalah saripati api yang sangat panas diambil lalu ditiupkan ruh ke dalamnya oleh Allah SWT, maka hiduplah jin yang pertama itu. Karena dari bahannya itu, maka jin pertama yang diciptakan Allah itu diberi nama Samuum, bapak dari segala jin.

Alkisah, Samum bapaknya jin diciptakan oleh Allah dua ribu tahun sebelum Adam diciptakan. Samum diperintahkan oleh Allah untuk menghuni bumi dan melaksanakan ibadah serta syariat yang ditetapkan. Setelah beranak pinak, Samum dan keturunannya menyembah Allah sampai batas waktu yang cukup lama. Tetapi apa yang terjadi, setelah populasi mereka ribuan, mereka mulai ingkar dan berbuat kerusakan dengan melakukan maksiat kepada Alla SWT. Disamping itu mereka juga berperang dan menumpahkan darah di antara mereka, saling menguasai satu sama lain. Sehingga Allah mengutus nabi di antara mereka untuk menyampaikan peringatan dan berita gembira. Peringatan bagin yang ingkar dan suka berbuat kerusakan. Mereka diganjar neraka bagi yang melakukannya, sedangkan bagi yang beriman dan beramal sholih mendapat berita gembira berupa janji Allah menikmati surga yang kekal di dalamnya.

Tersebutlah Yusuf, adalah seorang nabi dari bangsa jin yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah tauhid dan kabar gembira itu. Tetapi apa yang terjadi, masyarakat jin tetap ingkar dan terus menerus membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Sehingga pada klimaksnya, Yusuf dibunuh, maka Allah segera memerintahkan tentara malaikat untuk memerangi bangsa jin itu. Jin-jin itu mencoba melawan tetapi semua tewas terbunuh oleh tentara malaikat hingga mereka lari kesegala penjuru. Mereka semua ditumpas habis sehingga punahlah bangsa jin dari bumi. Namun, seorang jin masih tertinggal. Dia termasuk jin yang sholih yang semasa hidupnya mengabdi, taat dan senantiasa berdzikir kepada Allah. Jin itu bernama Azazil.

Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat untuk tidak membunuh Azazil dan membawanya ke langit. Akhirnya malaikat membawanya Azazil sebagaimana perintah Allah dan dia hidup bersama-sama dengan kelompok malaikat yang selalu patuh dan taat kepada Allah SWT. Saking taatnya Azazil, sampai-sampai Allah jatuh cinta karena ketaatannya melebihi ketaatan para malaikat hingga ia dijuluki sebagai merpatinya malaikat. Dikalangan sahabat Rosul mengatakan, “Iblis menjadi pemimpin para malaikat di langit dunia. Namanya adalah Azazil.”  (Qishoshul Anbiya’ hal. 10).

Begitulah Azazil terus menjadi hamba sholih di antara malaikat, hingga ia sendiri dianggap malaikat karena kedekatannya dengan Allah SWT. Ia diberi singgasana di surga Allah yang sangat mempesona. Malaikat-malaikat pun menganggap ia seorang malaikat, bahkan mereka lupa bila sebenarnya seorang jin.

Karena kedudukan Azazil yang istimewa itu, apapun yang menjadi keinginannya selalu diperkenankan Allah. Malaikat-malaikat yang telah diciptakan terlebih dahulu oleh Allah sebelum Azazil senantiasa tunduk untuk melayani setiap keinginan Azazil. Salah satu kegemaran Azazil adalah jalan-jalan menjelajahi alam semesta ciptaan Allah. Dan setiap perjalanannya selalu dikawal dan diiringi para malaikat. Azazil tidak lupa bersujud dan bersyukur ke hadirat Allah karena telah diijinkan menyaksikan keindahan semesta ciptaan-Nya itu.

Akhir dari pengembaraan Azazil, tibalah ia di bumi yang merupakan bekas ia tinggal dulu. Bumi adalah salah satu planet yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan planet lainnya. Semua unsur yang ada di alam semesta terdapat di bumi. Dengan demikian bumi bersifat makrikosmos terhadap gugusan planet dan bintang yang lain. Cara Azazil memandang bumi berbeda dibandingkan ketika ia belum menjelajah alam semesta. Keadaan inilah yang membuat Azazil kerasan tinggal berlama-lama di bumi.

Hingga akhirnya, Azazil tidak mau lagi kembali ke singgasananya di surga meskipun Allah telah memerintahkannya untuk kembali ke surga. Hal ini dinilai sebagai perbuatab makar terhadap kekuasaan Allah. BOLEH JADI HAL INI MERUPAKAN SKENARIO YANG SENGAJA DIBUAT OLEH ALLAH SEBAGAI SUATU PROSES SEJARAH. Dalam hal ini Allah sedikit marah dengan kelakuan Azazil. Lalu Allah memerintahkan beberapa utusan untuk turun ke bumi untuk membujuk Azazil agar bersedia kembali menempati istananya di surga. Sebagai utusan pertama diutuslah malaikat Jibril untuk membawa kembali Azazil. Namun sungguh disayang Azazil malah menggertak hingga Jibril tidak berdaya. Utusan berikutnya diutuslah malaikat Mikail dan Isrofil namun kedua malaikat itu mendapat perlakuan yang sama dan kembali ke hadapan Allah dengan sia-sia. Akhirnya Allah SWT mengutus malaikat Izroil untuk membawa paksa maupun sukarela Azazil ke surga Allah. Pada saat Izroil datang, Azazil menghardiknya dengan sengit dan berusaha melawan. Namun Izroil memaksanya tanpa kompromi dan akhirnya mampu mematahkan nyali Azazil. Kharisma Izroil ini memang tiada tanding karena ia menyandang sebagai malaikat maut. Allah SWT memberikan keistimewaan bagi Izroil yang tidak pernah takut menghampiri makhluk apa pun bentuknya dan di mana pun tempatnya.

Dikisahkan, ternyata Allah telah terlanjur marah sehingga Allah memutuskan bahwa Azazil akan dibiarkan menuruti segala maunya sendiri. Dan sebagai gantinya, Allah berfirman kepada semua malaikat akan maksud-Nya untuk menciptakan kholifah di bumi, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi.” QS: Al-Baqarah: 30.

Akhir pada kisah Azazil ini, ketika Allah berpaling pada makhluk baru bernama Adam membuat Azazil cemburu dan dendam kepada manusia. Ia berfikir seharusnya dia-lah yang menjadi kholifah di bumi karena ia merasa satu-satunya orang yang paling dekat disisi Allah. Sehingga puncaknya, Azazil menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam yang berbuah dilaknatnya ia oleh Allah. Sejak saat itu, Azazil dijuluki iblis yang berarti yang dilaknat. Dendamnya kepada Adam menyebabkan Azazil senantiasa menggoda dan mengajak anak manusia menuju jalan sesat agar kelak menjadi penghuni neraka bersamanya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Iblis itu bernama asli Azazil, dia termasuk yang paling mulia dari golongan malaikat dan dikaruniai empat sayap lalu dia dilaknat setelah itu.” (Makaidusy Syaithon, jilid 1, hal. 91).
BacaSelengkapnya...

Kamis, 22 Desember 2011

IJINKAN AKU BERSELINGKUH

Maaf, bukan itu sebenarnya judul tulisan ini. Tetapi, banyak sekali yang tergoda dan memang mempunyai kecenderungan berselingkuh. Ketika melihat lawan yang menggairahkan, yang terbayang adalah kebahagiaan apabila mendapatkannya.

Setelah dipikirkan lebih mendalam, ternyata selingkuh dan korupsi itu mempunyai satu garis darah. Lhooooooo opo maneh iki?
Iya, ini benar lho. Selingkuh dan korupsi dua-duanya sama-sama mendapatkan kesenangan.
Yang mendorong seseorang melakukan korupsi adalah keinginan untuk hidup lebih tercukupi, untuk hidup lebih nyaman. Begitu juga dengan hasrat seseorang untuk berselingkuh adalah ingin menikmati kesenangan.

Koruptor sejati dan peselingkuh lestari, jika saja mereka mau jujur kepadaku apakah mereka bahagia dengan perilakunya itu? jika saja mereka masih amatir, jam terbangnya masih rendah, mungkin setelah menikmati hasil korupsi dan berselingkuh mereka pasti menyesal. Tetapi, apakah ini berlaku bagi koruptor sejati dan peselingkuh lestari? Bisa jadi mereka tidak saja mendapat kesenangan tapi juga merasa bahagia. Apa iya mereka menemukan kebahagiaan? Edan tenan!

Orang alim berkata, “mereka tidak menyadari bahwa kesenangan korupsi dan kenikmatan berselingkuh itu adalah dua jenis hal yang menyamar sebagai kebahagiaan.” Lebih lanjut lagi, “kebahagiaan dan kesenangan adalah dua jalan yang membentang dengan arah yang berlawanan. Ketika memilih jalan kesenangan, mereka sebenarnya sedang berjalan menjauhi jalan kebahagiaan.”

Berikut adalah alasan-alasan yang sering mengepung manusia, berperilaku jujur, bekerja keras, sholat malam, setia pada pasangan, bersabar dan bersyukur adalah hal-hal yang sulit. Ibarat jalan adalah jalan yang terjal, licin, berliku dan penuh tantangan. Terasa berat untuk dijalani.

Sedangkan jalan kesenangan menjanjikan kemudahan sering terlihat indah, menarik, menggairahkan, dan menggoda. Ini sangat sesuai dengan kecenderungan manusia yang ingin serba cepat dan serba mudah. Seperti argumen-argumen berikut ini, “Hidup hanya sekali, kapan lagi?”, “Kesempatan tidak datang dua kali”,  “Bukankah semua orang telah melakukannya?” “Kenikmatan adalah segalanya”, “Mana tahan?”, dan banyak lagi alasan-alasan lain yang menghanyutkan.
BacaSelengkapnya...

Kamis, 15 Desember 2011

PENOLAKAN BUMI TERHADAP PENCIPTAAN ADAM

Allah SWT berfirman kepada bumi, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan makhluk yang berasal darimu. Sebagian dari mereka taat kepada-Ku dan sebagian yang lain mendurhakai-Ku. Barangsiapa yang mentaati-Ku, Aku akan masukkan ke dalam surga. Barangsiapa yang mendurhakai-Ku, akan Aku masukkan ke neraka.”


Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk mendatangi bumi untuk mengambil sejumput tanah. Segera Jibril turun dan sesampainya di bumi, ternyata bumi menolak permintaan Jibril dengan berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada keagungan Allah yang mengutusmu untuk mengambil bagian dariku yang akhirnya hanya akan menghuni neraka.”
Serta merta Jibril kembali pulang dan menghadap Allah dengan tangan kosong serta berkata, “Wahai Tuhanku, bumi berlindung kepada-Mu bahkan menolak aku injak.” Kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat Mikail untuk mendatangi bumi dan kembali bumi berlindung kepada Allah untuk diambil tanahnya. Kembali Mikail pulang menghadap Allah dengan tangan hampa.

Allah SWT kemudian mengutus malaikat maut. Segera Izroil mendatangi bumi untuk mengambil sebagian tanahnya. Kembali bumi berlindung kepada Allah. Malaikat maut pun menjawab, “Aku juga berlindung kepada Allah untuk mendurhakai perintah-Nya.” Kali ini Izroil memaksa bumi, suka tidak suka pokoknya tanahnya diambil.
Malaikat maut mengambil tanah dari empat penjuru bumi dari permukaannya yang di atas, kemudian diambilnya pula tanah lumpur, tanah lempung, tanah merah, putih, dan tanah hitam serta tanah keras dan tanah datar. Inilah sebabnya keturunan Adam menjadi beragam macam sifat dan karakternya, ada yang tampan, cantik, jelek rupa, bersih, kotor, sholih, jahat, dan lain-lain. Hal ini sesuai firman Allah, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakannya langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” QS: Ar-Ruum: 22.
Setelah malaikat maut mendapatkan tanah tersebut, kembalilah Izroil ke hadapan Allah SWT dan Allah memerintahkannya untuk mencampur tanah-tanah itu menjadi lempung yang lunak. Izroil mengaduk tanah-tanah tersebut menjadi semacam adonan yang telah dicampur dengan air pahit, manis, dan tawar hingga menjadi lempung dan kemudian dibentuk menjadi semacam patung manusia.

Patung tersebut itu dibiarkan selama empat puluh tahun hingga menjadi tanah kering seperti tembikar. Malaikat maut kembali menghampirinya dan menjadikannya jasad berikut perlengkapan di dalamnya dan meletakkannya di jalan tempat para malaikat naik turun dari atau ke langit selama empat puluh tahun juga.
Para malaikat melihat jasad itu dengan saling mengatakan, “Inilah kholifah di bumi yang akan dihidupkan oleh Allah.” Bentuk rupa Adam memang sangat bagus yang belum pernah ada yang mirip dengannya sebelumnya.
Iblis juga tidak ketinggalan untuk melihat sosok Adam itu. Iblis memperhatikan sosok Adam yang masih berupa patung itu sambil berkata, “Untuk inilah engkau diciptakan.” Iblis memukul patung itu dengan tangannya. Dari situ si Iblis mengetahui bahwa calon manusia Adam itu berongga, maka Iblis masuk ke dalam rongga mulut Adam dan keluar melalui pantatnya.

Iblis berkata kepada malaikat-malaikat yang ada di sekitarnya, “Ini makhluk yang berlubang yang tidak kuat dan tidak pula bertahan lama.” Kemudian Iblis melanjutkan ucapannya lagi kepada para malaikat, “Apa pendapatmu jika ia diunggulkan terhadapmu, apa yang akan kalian lakukan?”
Malaikat-malaikat itu menjawab, “Kami taat pada Tuhan kami.” Iblis bergumam dalam hati, “Demi Allah, jika saja ini lebih diunggulkan dari aku, sungguh-sungguh aku akan mengingkarinya. Jika saja aku yang lebih diunggulkan daripada dia, akan kuhancurkan dia.
Setiap kali malaikat melewati patung Adam, mereka kagum dengan bagusnya serta gagah bentuknya. Dikisahkan pula bahwa selama empat puluh tahun “patung” Adam dihujani dengan hujan kecemasan serta hujan kebahagiaan setahun penuh. Itulah sebabnya anak-anak Adam di bumi selalu diliputi rasa gelisah, lalu berganti dengan kebahagiaan.

Setelah Allah meniupkan ruhnya ke dalam jasad patung itu, Adam serta merta hidup dengan wujud yang tampan dan gagah. Allah memerintahkan malaikat Mikail dan Isrofil untuk membawanya berkeliling seantero jagad semesta selama seratus tahun. Selama dalam perjalanan itu, Adam menunjukkan nama-nama semua benda yang mereka temui, termasuk nama malaikat yang turut gembira dengan kedatangan Adam. Para malaikat terkagum-kagum karena Adam dapat menjelaskan semua benda yang ada di langit yang tidak bisa dilakukan oleh semua malaikat itu.
Menyaksikan kehebatan dan keunggulan Adam tersebut, semua malaikat serta merta bersujud kepadanya ketika diperintahkan oleh Allah untuk bersujud, “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” QS: Al-Khijr: 29.
Kecuali Iblis, ia enggan dan sombong dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir.” QS: Al-Baqoroh: 34.
Maka Allah menegur Iblis, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis, “Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
Allah  berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu, tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
Iblis menjawab, “Oleh karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan seret mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.
Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya. QS: Al-A’rof: 12-1

BacaSelengkapnya...