Rabu, 01 Desember 2010

TEORI PSIKOANALIS SIGMUND FREUD

Sigmund Freud dengan teori Psikoanalis mengatakan bahwa nilai-nilai pada jiwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika demikian, maka manusia bisa disamakan dengan makhluk hidup lain (binatang). Apa benar demikian? Coba kita perhatikan, bahwa manusia meskipun dilahirkan di tempat dan lingkungan yang berbeda, manusia senantiasa merindukan keadilan dan kejujuran. Artinya, keadilan dan kejujuran itu, bukanlah semata-mata hasil bentukan lingkungan.
Contoh, seorang perampok tetap akan mengharapkan anaknya menjadi orang baik dan dia tidak mungkin berniat mewariskan keahlian merampoknya kepada anaknya. Perampok adalah hasil bentukan lingkungan, tetapi di balik keadaan itu, masih ada nilai-nilai “kebenaran”, yang tak tampak oleh orang lain, bahwa seorang perampok pun masih memiliki sifat kasih dan sayang.
Pendapat Sigmund Freud, mengatakan bahwa manusia itu tercipta karena pengaruh evolusi, sehingga Freud berpikir bahwa jiwa manusia sepenuhnya terbentuk oleh pengaruh lingkungan. Jika demikian halnya, lalu mengapa kucing, anjing, sapi, kuda, monyet, dan burung tetap tidak mengenal sifat spiritual meskipun telah bergaul dengan manusia yang telah mempengaruhinya selama ribuan tahun?
Ini semua membuktikan bahwa sifat-sifat dan nilai-nilai spiritual manusia itu sudah built-in semenjak manusia dilahirkan, dan semakin dapat dirasakan oleh seseorang menginjak dewasa. Inilah yang dinamakan proto kesadaran, sebuah kesadaran inti yang ditiupkan kedalam jiwa manusia. Lingkungan hanya mampu menciptakan belenggu berupa pola pikir atau topeng. Sebaliknya sifat-sifat seperti kasih sayang, kejujuran dan kreativitas sepenuhnya adalah hasil dari upaya manusia itu sendiri untuk memaksimalkan potensi yang telah ada dalam dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar